Xchanger mendukung jalannya kontes SEO Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda yang diselenggarakan oleh www.welovehonda.com. Kontes SEO tersebut terbuka untuk umum dan siapa saja boleh ikut, asalkan punya blog atau website milik pribadi. Hadiahnya lumayan bersar lhooo... Sebagai pengamat kontes SEO, langsung saja kita ke google dan yahoo untuk melihat posisi keyword Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda.
READ MORE ~>>
Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda
Jumat, 03 Februari 2012
Rabu, 25 Januari 2012
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman mengakui, saat ini Partai Demokrat menghadapi situasi sulit bersama ketua umum mereka, Anas Urbaningrum. Oleh karena itu, masalah nonaktif, masalah mundur, kami serahkan kepada Pak Anas,” kata Hayono di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 25 Januari 2012.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan anggota-anggota dewan pembina partai di kediamannya di Cikeas untuk membahas masa depan Partai Demokrat, termasuk nama Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum yang selalu kerap disebut-sebut Nazaruddin terlibat kasusnya.
Hayono menegaskan, Partai Demokrat berada di belakang Anas karena secara hukum dirinya belum dinyatakan bersalah. “Partai Demokrat hormati proses hukum. Untuk saat ini, kami serahkan pemikiran (soal pengunduran diri Anas) dan langkah-langkah ke depan yang harus dilakukan oleh partai, kepada Anas,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR itu.
Namun ketika ditanya apakah dirinya sempat menyarankan agar Anas lebih baik nonaktif dari posisinya sebagai ketua umum partai, Hayono tak menampiknya. “Mungkin. Itu pilihan yang kami serahkan kepada Anas. Keputusan itu kami serahkan ke ketua umum, apa amanah yang terbaik. Saya yakin beliau sudah lakukan pertimbangan,” tutur Hayono.
Menurutnya, situasi Demokrat kini menjadi lebih sulit karena berdasarkan berbagai survei terbaru, elektabilitas Demokrat berada di bawah PDIP dan Golkar, meski popularitas SBY sendiri masih cukup tinggi. “Ini situasinya. Kami ingin masalah ini juga dipertimbangkan ketua umum,” kata Hayono.
Ia lantas menyinggung hasil berbagai survei kredibel yang menyatakan elektabilitas Partai Demokrat sejak Juni 2011 menurun karena kasus Nazaruddin. “Ini memang berdampak buruk kepada partai,” ujar Hayono. “Tentu itu jadi pertimbangan bagi ketua umum, apa langkah-langkah ke depan yang terbaik bagi kehormatan Mas Anas sebagai politisi maupun citra partai,” imbuhnya.
Hayono juga mengakui, Demokrat harus mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk apabila Anas ditetapkan menjadi tersangka dan selanjutnya diputus bersalah oleh pengadilan. “Ini tentu harus diantisipasi. Tapi tidak boleh kita bicara KLB (Kongres Luar Biasa) dan menurunkan Anas Urbaningrum, karena tidak ada dasar hukumnya,” kata dia.
Saat ditanya apakah itu artinya Demokrat memberi sinyal kepada Anas untuk mengundurkan diri dari jabatannya selaku ketua umum partai dengan kesadaran pribadi, Hayono juga tak memberi jawaban pasti. “Kami menganggap Anas sebagai ketua umum sudah matang dan tak akan diintimidasi oleh siapapun,” kata Hayono.
READ MORE ~>>
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman
Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan anggota-anggota dewan pembina partai di kediamannya di Cikeas untuk membahas masa depan Partai Demokrat, termasuk nama Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum yang selalu kerap disebut-sebut Nazaruddin terlibat kasusnya.
Hayono menegaskan, Partai Demokrat berada di belakang Anas karena secara hukum dirinya belum dinyatakan bersalah. “Partai Demokrat hormati proses hukum. Untuk saat ini, kami serahkan pemikiran (soal pengunduran diri Anas) dan langkah-langkah ke depan yang harus dilakukan oleh partai, kepada Anas,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR itu.
Namun ketika ditanya apakah dirinya sempat menyarankan agar Anas lebih baik nonaktif dari posisinya sebagai ketua umum partai, Hayono tak menampiknya. “Mungkin. Itu pilihan yang kami serahkan kepada Anas. Keputusan itu kami serahkan ke ketua umum, apa amanah yang terbaik. Saya yakin beliau sudah lakukan pertimbangan,” tutur Hayono.
Menurutnya, situasi Demokrat kini menjadi lebih sulit karena berdasarkan berbagai survei terbaru, elektabilitas Demokrat berada di bawah PDIP dan Golkar, meski popularitas SBY sendiri masih cukup tinggi. “Ini situasinya. Kami ingin masalah ini juga dipertimbangkan ketua umum,” kata Hayono.
Ia lantas menyinggung hasil berbagai survei kredibel yang menyatakan elektabilitas Partai Demokrat sejak Juni 2011 menurun karena kasus Nazaruddin. “Ini memang berdampak buruk kepada partai,” ujar Hayono. “Tentu itu jadi pertimbangan bagi ketua umum, apa langkah-langkah ke depan yang terbaik bagi kehormatan Mas Anas sebagai politisi maupun citra partai,” imbuhnya.
Hayono juga mengakui, Demokrat harus mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk apabila Anas ditetapkan menjadi tersangka dan selanjutnya diputus bersalah oleh pengadilan. “Ini tentu harus diantisipasi. Tapi tidak boleh kita bicara KLB (Kongres Luar Biasa) dan menurunkan Anas Urbaningrum, karena tidak ada dasar hukumnya,” kata dia.
Saat ditanya apakah itu artinya Demokrat memberi sinyal kepada Anas untuk mengundurkan diri dari jabatannya selaku ketua umum partai dengan kesadaran pribadi, Hayono juga tak memberi jawaban pasti. “Kami menganggap Anas sebagai ketua umum sudah matang dan tak akan diintimidasi oleh siapapun,” kata Hayono.
Jumat, 13 Januari 2012
Peneliti Firma Riset Atmospheric and Environmental Research
Para peneliti dari firma riset Atmospheric and Environmental Research di AS menemukan sebuah pola yang menunjukkan bahwa musim panas yang lebih panas dari biasanya di Belahan Bumi Utara ternyata mengganggu pola cuaca dan memicu musim dingin ekstrem yang terjadi di kawasan AS dan Eropa.
Jucah Cohen, ketua tim riset yang mempublikasikan temuan mereka di jurnal ilmiah Environmental Research Letters, Jumat (13/1/2012), mengatakan ada kecenderungan pemanasan suhu udara di kawasan Artik dekat Kutub Utara pada periode Juli sampai September.
Prakiraan selama ini menyebutkan, tren pemanasan suhu udara itu juga akan terjadi pada musim dingin. Namun, Cohen dan timnya menemukan prakiraan itu tidak selalu tepat untuk seluruh kawasan, yang menunjukkan bahwa sistem iklim Bumi sangatlah kompleks.
"Selama dua dekade terakhir, kecenderungan pendinginan skala besar justru terjadi di kawasan luas di sekitar Amerika Utara sebelah timur dan Eurasia sebelah utara. Kami menduga tren yang tidak terprakirakan sebelumnya ini kemungkinan tidak bergantung pada variabilitas internal saja," ujar ilmuwan tersebut.
Dengan melihat data suhu udara, curah hujan, salju, dan es, tim tersebut menemukan bahwa pemanasan suhu udara pada musim panas di kawasan Artik menyebabkan atmosfer menyimpan kandungan uap air yang lebih besar, yang akan memicu peningkatan curah hujan salju pada musim gugur di daerah-daerah yang terletak di koordinat lintang tinggi (di atas 60 derajat Lintang Utara).
Analisis data tersebut juga menunjukkan, sebaran salju rata-rata di kawasan Eurasia telah meningkat dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Penambahan salju ini pada gilirannya memicu perubahan Osilasi Artik, yakni pola tekanan atmosfer utama yang menentukan pola cuaca musim dingin di Belahan Bumi Utara.
Saat osilasi ini berada di fasa negatif, sel-sel cuaca bertekanan tinggi di kawasan Artik akan mendorong udara dingin ke kawasan di koordinat lintang menengah (antara 23 derajat Lintang Utara sampai 66 derajat Lintang Utara), memicu suhu yang lebih rendah dari biasanya dan badai salju dahsyat.
Penelitian yang dilakukan Cohen dan kawan-kawan ini adalah satu dari berbagai studi terbaru yang mengungkapkan kompleksitas sistem iklim dunia dan bahwa para ilmuwan pun masih mempelajari seberapa besar pengaruh manusia dan faktor-faktor alami terhadap pola iklim jangka panjang.
READ MORE ~>>
Peneliti Firma Riset Atmospheric and Environmental Research
Jucah Cohen, ketua tim riset yang mempublikasikan temuan mereka di jurnal ilmiah Environmental Research Letters, Jumat (13/1/2012), mengatakan ada kecenderungan pemanasan suhu udara di kawasan Artik dekat Kutub Utara pada periode Juli sampai September.
Prakiraan selama ini menyebutkan, tren pemanasan suhu udara itu juga akan terjadi pada musim dingin. Namun, Cohen dan timnya menemukan prakiraan itu tidak selalu tepat untuk seluruh kawasan, yang menunjukkan bahwa sistem iklim Bumi sangatlah kompleks.
"Selama dua dekade terakhir, kecenderungan pendinginan skala besar justru terjadi di kawasan luas di sekitar Amerika Utara sebelah timur dan Eurasia sebelah utara. Kami menduga tren yang tidak terprakirakan sebelumnya ini kemungkinan tidak bergantung pada variabilitas internal saja," ujar ilmuwan tersebut.
Dengan melihat data suhu udara, curah hujan, salju, dan es, tim tersebut menemukan bahwa pemanasan suhu udara pada musim panas di kawasan Artik menyebabkan atmosfer menyimpan kandungan uap air yang lebih besar, yang akan memicu peningkatan curah hujan salju pada musim gugur di daerah-daerah yang terletak di koordinat lintang tinggi (di atas 60 derajat Lintang Utara).
Analisis data tersebut juga menunjukkan, sebaran salju rata-rata di kawasan Eurasia telah meningkat dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Penambahan salju ini pada gilirannya memicu perubahan Osilasi Artik, yakni pola tekanan atmosfer utama yang menentukan pola cuaca musim dingin di Belahan Bumi Utara.
Saat osilasi ini berada di fasa negatif, sel-sel cuaca bertekanan tinggi di kawasan Artik akan mendorong udara dingin ke kawasan di koordinat lintang menengah (antara 23 derajat Lintang Utara sampai 66 derajat Lintang Utara), memicu suhu yang lebih rendah dari biasanya dan badai salju dahsyat.
Penelitian yang dilakukan Cohen dan kawan-kawan ini adalah satu dari berbagai studi terbaru yang mengungkapkan kompleksitas sistem iklim dunia dan bahwa para ilmuwan pun masih mempelajari seberapa besar pengaruh manusia dan faktor-faktor alami terhadap pola iklim jangka panjang.
Langganan:
Entri (Atom)